29 Nov 2015

Review Buku The One Thing: Fokus pada Satu Hal untuk Mendapat Apa yang Kita Inginkan


Review Buku The One Thing: Fokus pada Satu Hal untuk Mendapat Apa yang Kita Inginkan - 
What’s the ONE Thing you can do such that by doing it everything else will be easier or unnecessary?
Apa sih satu hal yang kalau itu kita kerjakan, maka pekerjaan lainnya akan jauh lebih mudah atau bahkan tak lagi perlu dikerjakan? Pertanyaan tersebut menjadi topik utama buku berjudul The One Thing karangan Gary Keller dan Jay Papasan ini.

Meskipun konsep “fokus pada satu hal” bukanlah hal baru, buku ini menarik untuk dibaca karena menawarkan prinsip-prinsip baru untuk melakukannya. Selain itu, buku ini ditulis dengan struktur yang baik, membuatnya terasa nyaman dan mengalir saat dibaca.

Fokus pada satu hal


Buku ini mengambil kisah hidup Bill Gates sebagai contohnya. Sejak berada di bangku sekolah, Bill Gates hanya memiliki satu passion, yaitu komputer. Ketertarikannya terhadap komputer mendorongnya untuk belajar bahasa pemrograman, yang akhirnya menjadikannya seorang programmer.

Setelah menjadi programmer, ia bisa membangun perusahaannya sendiri, Microsoft. Dari Microsoft, ia membangun Windows dan akhirnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia hingga hari ini.

The One Thing menyimpulkan bahwa yang membawa kesuksesan Bill Gates adalah satu hal penting: komputer. Demikian pula kita, cukup temukan satu tujuan terpenting untuk diri kita, kemudian fokus untuk meraih tujuan tersebut untuk memperoleh kesuksesan.

Lewat buku ini, Gary Keller yang juga seorang pengusaha ingin berbagi tentang cara mencari “the one thing” tersebut. Dari sekian banyak prinsip yang disajikan, ada tiga prinsip yang menurut saya menarik:

Prinsip 1: Gunakan metode 80/20


Ide utama dari prinsip ini adalah bahwa seringkali hanya ada sedikit hal yang berpengaruh besar terhadap bisnis atau hidup kita. Sebagai contoh, biasanya sekitar 80 penjualan sebenarnya hanya berasal dari sekitar 20 persen konsumen terbesar kita (kalau tidak percaya, bisa dibuktikan sendiri!). Dalam dunia ekonomi, ini dikenal sebagai prinsip Pareto.

Untuk itu, dari semua daftar yang ada dalam daftar mimpi-mimpi kita, tentukanlah mana 20 persen hal terpenting untuk kita lakukan atau dapatkan, kemudian fokuslah ke sana.

Lebih ekstrim lagi, dari 20 persen hal terpenting itu, pilihlah 20 pesen lagi yang lebih penting dari yang lain. Lakukan terus hal ini hingga kita menemukan apa satu hal yang menjadi tujuan terpenting hidup kita.

Prinsip 2: Rinci to-do list hingga ke bagian terkecil


Buku ini juga memberi penekanan tentang bagaimana cara menyusun to-do list yang efektif. Bayangkan to-do list kita sebagai sebuah domino. Bagaimana kita bisa menjatuhkan domino paling ujung? Tentu dengan menjatuhkan dulu yang paling depan, dan satu persatu domino lain di belakangnya akan mengikuti.

Berikut tujuan-tujuan yang perlu kita tetapkan sebagai “domino” yang harus kita taklukan:


  • Tujuan hidup: Apa SATU hal yang ingin saya lakukan dan dapatkan dalam jangka panjang?
  • Tujuan lima tahun: Apa SATU hal yang perlu saya lakukan dan dapatkan dalam lima tahun, untuk bisa membuat tujuan jangka panjang jadi kenyataan?
  • Tujuan satu tahun: Apa SATU hal yang perlu saya lakukan dan dapatkan dalam satu tahun, untuk bisa membuat tujuan lima tahun jadi kenyataan?
  • Tujuan satu bulan: Apa SATU hal yang perlu saya lakukan dan dapatkan dalam satu bulan, untuk bisa membuat tujuan satu tahun jadi kenyataan?
  • Tujuan mingguan: Apa SATU hal yang perlu saya lakukan dan dapatkan dalam satu minggu, untuk bisa membuat tujuan satu bulan jadi kenyataan?
  • Tujuan harian: Apa SATU hal yang perlu saya lakukan dan dapatkan dalam satu hari, untuk bisa membuat tujuan satu minggu jadi kenyataan?
  • Tujuan saat ini: Apa SATU hal yang perlu saya lakukan dan dapatkan saat ini, untuk bisa membuat tujuan harian jadi kenyataan?

Fokuslah mencapai satu hal, dan perhatikan bagaimana “domino-domino” tersebut dapat kita jatuhkan, sehingga kita bisa mendapat apa yang kita cita-citakan.

Prinsip 3: Hentikan multitasking


Multitasking (mengerjakan dua atau lebih pekerjaan sekaligus) bukanlah hal yang mustahil, namun hasil dari dua pekerjaan yang dilakukan bersamaan tidak akan sebaik dan seefisien bila pekerjaan itu diselesaikan satu per satu.

Tidak percaya? Lihatlah pada mereka yang mengemudi sambil menulis SMS. Tidak hanya lebih lamban mengirimkan pesan, tetapi kecepatan mobil mereka juga berkurang. Bahkan, mereka berisiko tinggi mencelakakan diri sendiri dengan melakukannya. Dengan kata lainnya, mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dapat membuat pekerjaan tidak dilakukan secepat yang seharusnya, bahkan dapat membawa kita pada petaka.

Penulis mendorong kita untuk fokus pada satu hal dan mencurahkan semua perhatian dan tenaga kita untuk mimpi tersebut. Mulailah dari hal sederhana, misalnya tidak membaca dan membuka smartphone saat rapat, menutup tab yang terlalu banyak, dan memfokuskan pikiran pada satu hal yang menjadi tujuanmu saat ini.

Jadi, siap kah kamu menemukan satu hal yang terpenting untukmu, dan mewujudkannya menjadi kenyataan dengan menaklukan tantangan satu demi satu?

Sumber: techinasia