29 Nov 2015

Mengapa Startup Memerlukan Rencana dan Strategi Content Marketing


Mengapa Startup Memerlukan Rencana dan Strategi Content Marketing - Content marketing telah bertransformasi menjadi “senjata” yang paling ampuh untuk melakukan marketing dan banyak digunakan oleh perusahaan teknologi. Menurut perusahaan penyedia content marketing Contently, 72 persen pemasaran yang dilakukan perusahaan B2B pada tahun 2014 adalah dengan menghasilkan lebih banyak konten dari apa yang mereka lakukan di tahun sebelumnya.

Apa sebenarnya content marketing?


Sumber gambar dari Elegant Theme

Mungkin kamu sudah cukup sering mendengar istilah content marketing. Namun “makanan” apakah itu? Dalam dunia teknologi, hal ini mengacu pada konten-konten online seperti blog, press release, post di media sosial, buletin, video, dan juga gambar—yang didesain khusus untuk meningkatkan hubungan dengan target pengguna.

Konten-konten tersebut merupakan hasil pemikiran dan berisi informasi yang dapat memberi nilai tambah bagi pembaca—dengan timbal balik meningkatkan eksposur dari perusahaan. Bagaimanapun content marketing tidak hanya sekedar post biasa—tapi didesain khusus untuk berinteraksi, berhubungan, dan memberi kesan kepada pengguna untuk mengetahui lebih dalam mengenai suatu hal.

Jadi bagi startup tahap awal, peran content marketing sangat besar untuk mencari dan mengumpulkan pengguna. Menurut hasil studi yang dilakukan oleh Content Marketing Institute, 90 persen perusahaan B2B menggunakan content marketing sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.


Tujuan content marketing


Sumber gambar dari Inkbird

Content marketing juga merupakan cara terbaik untuk membuat label bagi produk kamu agar lebih dikenal. Hal itu bisa dilakukan tidak hanya dengan melakukan optimalisasii performa dan tampilan halaman, tapi juga dengan menyediakan konten yang bernilai. Konten tersebut juga harus dirancang agar sesuai dengan target pengguna yang kamu inginkan. Berikut adalah beberapa tujuan dari content marketing yang perlu kamu ketahui:

Membangun kesadaran terhadap produk kamu

Saat klien prospektif mendatangi kamu secara online, biasanya mereka ingin mengetahui apa nilai lebih yang produk kamu tawarkan dibandingkan kompetitor. Di sinilah mengapa kamu perlu meracik konten online dengan pola pikir bahwa brand kamu menghadirkan solusi terbaik.

Membangun hubungan dengan konsumen dan menjalin relasi dengan konsumen

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konten yang kamu buat harus berbobot atau memiliki nilai tambah bagi para pembaca. Sebagai contoh, sebuah artikel hasil penjualan cenderung kurang efektif dibandingkan artikel yang memuat kisah-kisah bagaimana produk kamu berhasil memecahkan hal yang berkaitan dengan masalah konsumen.

Alternatif iklan dan meningkatkan kepercayaan

Sebagai startup tahap awal, kemungkinan besar hanya segelintir orang yang tahu tentang produk kamu dan kamu pasti tidak punya banyak dana untuk memasang iklan di TV maupun media cetak. Jadi content marketing bisa digunakan sebagai alternatif memasang iklan di mesin pencarian Google atau media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Di saat yang bersamaan konten-konten yang kamu buat kamu buat juga harus mengandung unsur-unsur yang dapat meningkatkan relasi dengan pengguna. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengisi unsur-unsur perusahaan kamu seperti, budaya perusahaan, kepercayaan, pengetahuan, dan juga kemampuan kamu untuk memecahkan masalah yang juga dihadapi oleh pengguna kamu.

Memulai strategi content marketing

Sekarang kamu sudah content marketing merupakan cara yang efektif, tapi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada banyak cara melakukan content marketing seperti media sosial, blog, video, dan lainnya. Kamu akan berpikir untuk memilih lebih dari satu—tapi kamu pasti tidak ingin menggunakan semua cara tersebut karena memakan waktu dan kemungkinan besar hasilnya tidak sesuai. Jadi untuk membantu kamu, berikut adalah beberapa tip yang perlu kamu perhatikan:

Menentukan target

Sebelum menjalankan content marketing, kamu harus mengetahui siapa target utama dan kedua dari produk kamu. Hal ini akan membantu kamu dalam mengidentifikasi bagaimana kamu membuat bisa membuat konten yang sesuai dengan keperluan mereka.

Disamping itu kamu juga perlu melakukan identifikasi tujuan dari rencana marketing yang akan kamu lakukan. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan, seperti apa tujuan dari content marketing kamu? Bagaimana kamu akan melacak dan mengukur tingkat kesuksesan? Serta pertanyaan-pertanyaan lain yang sesuai dengan rencana marketing kamu.

Tampilan yang menarik dan konsisten

Target pengguna online kamu pasti ingin menikmati konten-konten yang telah kamu buat dengan tampilan yang menarik. Mulai dari teks yang memiliki ukuran spasi yang tepat dan menggunakan ukuran huruf yang cocok. Tipe dan warna teks juga sangat berpengaruh. Serta gambar dan video yang sesuai dengan konten yang kamu buat.

Di sisi lain, kamu juga harus secara konsisten membuat content marketing. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur jadwal content marketing kamu pada kalender. Dengan demikian pengguna menjadi terbiasa dan kamu dapat mengurangi kemungkinan hilangnya pengguna royal kamu.


Sumber: OutBrain